Pengertian Access Point Dan Fungsinya

11 Feb

 

Pengertian Access point Dan Fungsinya Pengertian Access Point Dan FungsinyaPengertian Access Point Dan Fungsinya – Kali ini saya akan memberikan Pengertian Access point dan Fungsi  itu sendiri.Setelah beberapa saat yang lalu saya memberikan informasi mengenai bagaimana Cara Setting APN Pada BlackBerry dan juga Cara Setting Email Di Blackberry kali ini saya akan memberikan sedikit mengenai Pengertian Access Point Dan Fungsinya.

ibaratnya sebagai Hub/Switch di jaringan lokal, yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal semakin luas jangkauannya.

Ada dua buah perangkat wireless, satu buah jenis wireless Access Point (AP) dan sebuah lagi Wireless Cable/DSL Router. Kedua perangkat ini sudah lama tidak difungsikan secara optimal.

Access Point Dan Fungsinya

Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan:

  1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
  2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access(WPA)
  3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
  4. dsb

Upgade Firmware

bannerpanjang Pengertian Access Point Dan Fungsinya

Biasanya perangkat yang mempunyai firmware semacam AP akan menyediakan upgrade firmware untuk melakukan perbaikan, bahkan dengan upgrade firmware akan ada fungsi tambahan atau baru. Langsung saja cari firmware terbaru untuk AP di website vendor. Ternyata sudah ada beberapa release terhadap firmware lama yang ada di AP, download firmware versi terakhir. Firmware yang di download berbentuk file executable, jalankan file tersebut akan melakukan decompress dan menghasilkan file README dan firmware update.

Proses upgrade dapat dilakukan secara mudah, yaitu langsung dilakukan melalui browser, masukkan file firmware update, kemudian klik sumbit, dalam waktu kurang dari satu menit proses upgrade selesai dan firmware baru langsung terpasang. Reset ke default factory setting dilakukan sesuai rekomendasi Vendor yang ada di file README.

Upgrade firmware memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu DHCP server dapat berfungsi dengan baik dan tersedianya fasilitas tambahan/baru yaitu perangkat wireless sekarang fungsinya menjadi tiga jenis:

  1. Access Point (fungsi default)
  2. Client Bridge Mode
  3. Repeater Mode
Advertisements

Artikel Tentang Sistem Operasi

11 Feb

Linux

adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Linux sebagai program open source yang gratis Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program.
Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi programmer dan administrator jaringan, adalah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan kebebasan untuk mengubahnya. Ini berimplikasi pada beberapa hal penting. Pertama keamanan, yang kedua dinamika.

Teknologi/Fasilitas dalam Linux

    • multitasking: beberapa program berjalan sekaligus.
    • multiuser: beberapa pemakai pada mesin yang sama sekaligus (dan tanpa lisensi dua-pemakai!).
    • multiplatform: berjalan pada berbagai CPU yang berbeda, tidak hanya Intel.

memiliki proteksi memori antar proses, sedemikian sehingga sebuah program tidak dapat menyebabkan seluruh sistem down.semua source code tersedia, termasuk seluruh kernel dan driver-drivernya, pengembangan tools dan semua program pemakai; dan semuanya didistribusikan secara gratis. Banyak program komersil yang disediakan untuk Linux tanpa source, tetapi semua yang asalnya gratis, termasuk seluruh sistem operasi dasar, tetap saja gratis.

  • akses ke partisi MS-DOS (atau partisi OS/2 FAT) yang transparan melalui sistem file yang khusus: Anda tidak perlu menggunakan perintah yang khusus untuk menggunakan partisi MS-DOS, tampak sebagaimana sistem file Unix pada umumnya (kecuali untuk pembatasan nama file yang aneh, perijinan, dsb). Partisi MS-DOS 6 yang terkompres saat ini tidak berfungsi bila tanpa patch (dmsdosfs). VFAT (WNT, Windows 95) juga bisa digunakan pada Linux 2.0.
  • sistem file yang khusus dan disebut UMSDOS memungkinkan Linux di instal pada sistem file DOS.
  • HPFS-2 yang read-only mendukung OS/2 2.1

Kelebihan

  1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli atau menggunakan Linux.
  2. Linux mudah digunakan.
  3. Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di Linux. Kita dapat mengakses situs web Open Source as Alternative untuk memperoleh informasi yang cukup berguna dan cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di Linux.
  4. Keamanan yang lebih unggul daripada Windows
  5. Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini.
  6. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty).

Kekurangan

  1. Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows.
  2. Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux.

Distro Pada Linux

  • Torbo Linux
  • Madriva
  • Sabayon
  • Debian
  • Ubuntu
  • Suse
  • Blankon
  • fendora

Microsoft Window Vista

Windows Vista adalah nama dari versi terbaru microsoft windows, sistem operasi berbasis grafis dari Microsoft yang digunakan pada komputer pribadi (PC), baik untuk pengguna rumahan maupun bisnis

Window vista keluar dalam beberapa edisi :

  • Vista Home Basic
  • Vista Home Premium
  • Vista Business
  • Vista Enterprise
  • Vista Ultimate

Teknologi/fasilitas pada Vista

  • Windows Aero: desain baru antarmuka pengguna, singkatan dari Authentic, Energetic, Reflective, and Open. Antarmuka baru ini dimaksudkan agar lebih estetis dan bersih ketimbang tantarmuka Windows sebelumnya, termasuk jendela-jendela transparan, animasi, dan tampilan yang bagus.
  • Windows Shell: Windows shell yang baru ini berbeda sekali dengan Windows XP. Sebagai contoh, Start Menu yang telah diubah, bahkan kata “Start” pun telah digantikan dengan tombol Windows “Pearl” biru yang baru.
  • Fasilitas Pencarian (Quick Search):
  • Windows Sidebar:
  • Internet Explorer :
  • Windows Media Player 11:
  • Windows Media Center:
  • Windows Live Show :
  • User Account Control:
  • Windows Firewall:
  • Windows Defender:
  • Windows Mail:
  • Windows Update:
  • Parental Control:
  • Windows Sideshow:
  • Speech recognition:
  • New Fonts:
  • Games:
  • Windows Calendar:
  • Windows Photo Gallery:
  • Windows DVD Maker:
  • Windows Collaboration:
  • SuperFetch:
  • ReadyBoost:
  • ReadyDrive:
  • Touchscreen:
  • Problem Reports and Solutions:
  • Virtual Folder:

Kelebihan

  • Tentu saja pengalaman baru menjelajah PC dengan rasa tridi (3D) yang canggih berkat Aero
  • Perbaikan dan penambahan fitur yang terlalu panjang untuk disebutkan disini
  • Lebih sedikit system-crash dibanding pada Windows XP
  • Built-in Support Option yang memberikan keleluasaan lebih kepada pengguna

Kekurangan

  • Fitur-fitur canggihnya bekerja optimal hanya pada lingkungan Window
  • Belum dibarengi dengan diluncurkannya software yang secara eksklusif mendukung dan bersinergi dengan fitur-fitur Vista
  • Terlalu banyak varian seri yang mungkin akan membingungkan calon pengguna

DHCP Server, Client & Konfigurasi

11 Feb

Pada Artikel kali ini Anda akan mempelajari gambaran DHCP router, host konfigurasi dinamis protokol, tutorial jaringan, troubleshooting tips, subnetting, IP pengalamatan. DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol jaringan yang dikonfigurasi sedemikian rupa yang memberikan alamat IP ke jaringan komputer secara otomatis. Tidak perlu untuk menetapkan alamat IP kepada komputer klien secara individual. DHCP memberikan alamat IP dari rentang diberikan nomor juga disebut lingkup DHCP.

Pada bagian yang lain, komputer klien yang dikonfigurasi sedemikian rupa sehingga mereka mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP selama proses boot. Selain itu, DNS dan WINS server juga dapat dikonfigurasi dengan server DHCP.

Ketika komputer client dijalankan maka akan mendapatkan alamat IP dari server DHCP secara otomatis sesuai dengan urutan waktu (Komputer yang pertama sekali hidup maka akan mendapatkan no IP yang paling kecil dan seterusnya). Yang menugaskan dari alamat IP oleh server DHCP dapat dikategorikan sebagai berikut :

  1. Seorang pengguna menyalakan komputer dengan klien DHCP diaktifkan di komputernya.
  2. PC klien mengirimkan permintaan IP dan kemudian mencari server DHCP untuk memberikan alamat IP.
  3. DHCP server menerima permintaan klient komputer dan berdasarkan ketersediaan dan pengaturan ditetapkan, server memilih alamat IP yang tersedia dan kemudian memberikan kepada klien. Kemudian, DHCP server mengirimkan kembali ke klient dengan DHCP PENAWARAN dengan informasi alamat yang tersedia.
  4. Sekali lagi klien mengirimkan permintaan ke server DHCP yang dikenal sebagai DHCP REQUEST, di mana memungkinkan server tahu bahwa klient tersebut menggunakan alamat yang ditawarkan oleh DHCP.
  5. DHCP server kemudian mengirim pengakuan lagi ke klien yang dikenal sebagai DHCP ACK, di mana klien yang mengkonfirmasi alamat IP tertentu telah ditugaskan untuk menggunakan alamat IP dalam jangka waktu tertentu.

Proses penempatan alamat IP oleh server DHCP juga dikenal sebagai (Discover, Offer, Request, and Acknowledgement).

Ketika komputer menggunakan alamat IP statis bisa ada kemungkinan kesalahan dan konflik ketika dua komputer menggunakan alamat IP yang sama. Dengan menggunakan server DHCP tidak ada kemungkinan konflik semacam ini dan kesalahan.

Selain pemberian alamat IP, DHCP server juga memungkinkan komputer klien untuk mengambil semua pengaturan dan konfigurasi dari server DHCP pada jaringan IP. Pengaturan ini mencakup Firewall, Router, DNS, NAT, WINS, Gateway dan masker Subnet pengaturan.

Tujuan keseluruhan dari server DHCP adalah untuk mengurangi beban kerja dan margin error, yang dapat terjadi dalam menentukan alamat IP secara manual.

Alamat IP yang diberikan oleh server DHCP adalah digunakan dalam waktu terbatas atau periode waktu dan jika klien memerlukan untuk memperpanjang periode yang ditentukan untuk alamat IP maka klien harus mengirimkan permintaan perpanjangan ke server DHCP sebelum periode ini berakhir. Jika klien tidak mengirim permintaan perpanjangan, maka alamat IP ini menjadi kadaluarsa dan diberikan kepada klien lain. Jika seorang pengguna ingin mengubah alamat IP diberikan oleh server DHCP maka klient komputer harus mengetik perintah-perintah ini pada prompt perintah.

“IPconfig/release then IPconfig/renew”.

Perintah ini akan menghapus alamat IP saat itu dan menetapkan alamat IP baru untuk klien.
Ada juga terdapat beberapa alamat reserved berdasarkan alamat MAC atau nama host klien. Alamat ini adalah tetap alamat reserved dan hanya dapat diberikan kepada klien tetap.

Bagaimana Cara Mensetting DHCP Server

Instalasi server DHCP di Windows 2000 atau Windows 2003 adalah sangat mudah. Anda dapat menginstal server DHCP dengan menggunakan “Manager Your Server Wizard“.

  1. Buka Manager Your Server wizard dan pilih opsi DHCP server dan klik next  maka Anda akan diminta untuk memasukkan nama dan deskripsi cakupan DHCP.
  2. Ruang lingkup adalah kumpulan dari alamat IP pada subnet yang menggunakan DHCP. Pada jendela berikutnya Anda akan diminta untuk menentukan jangkauan alamat IP dan subnet mask yang sesuai dimana DHCP server akan mendistribusikan ke seluruh jaringan. Berikutnya Anda akan melihat jendela di mana Anda dapat menambahkan alamat IP, yang tidak digunakan karena sudah digunakan misalnya 192.168.1.0 merupakan alamat IP router dan Anda tidak ingin DHCP server memberikan alamat IP ini pada klien komputer.
  3. Jadi, Anda dapat menambahkan alamat-alamat IP sesudah alamat IP ruoter contohnya 192.168.1.1 dan seterusnya sesuai dengan kebutuhan jaringan anda. Anda dapat menentukan rentang memperbaiki satu alamat IP untuk dikecualikan.
  4. Pada langkah berikutnya Anda harus memasukkan durasi waktu ini berarti bahwa untuk berapa lama klien dapat menggunakan alamat IP, yang didapatkan dari server DHCP. Anda dapat menetapkan setiap durasi waktu. 10 jam, 1 minggu, 1 bulan atau 1 tahun seterusnya.
  5. Berikutnya Anda akan diminta untuk mengkonfigurasi lingkup pilihan DHCP sekarang atau Anda juga dapat mengkonfigurasi nanti.
  6. Selanjutnya DNS dan konfigurasi nama domain dan pengaturan dapat dimasukkan. Alamat IP dari server DNS akan ditugaskan dan didistribusikan oleh server DHCP.
  7. Berikutnya jika Anda memiliki persyaratan WINS maka Anda dapat memasukkan alamat IP dari server WINS. Anda hanya dapat mengetik nama server dalam kotak dan kemudian tekan resolve secara otomatis akan resolve nama server dan mencari alamat IP.
  8. Langkah selanjutnya adalah mengaktifkan ruang lingkup pada server DHCP karena DHCP server tidak akan bekerja sebelum anda mengaktifkan ruang lingkup. DHCP server telah terinstal dan Anda dapat mengubah pengaturan yang sesuai struktur dan persyaratan jaringan Anda.
  9. Membuat rencana sesuai dengan kebutuhan jaringan Anda sebelum menggunakan server DHCP.